Uji Coba Penghapusan 3 In 1 Berdampak Kemacetan Parah

Jalur 3 in 1 merupakan jalur yang mewajibkan para pengemudi roda empat harus berkendara dengan minimal 3 orang berada di dalam mobil. 3 orang tersebut antara lain terdiri atas 1 sopir dan 2 orang. Sekilas memang cara ini sendiri terbilang efektif untuk mengatasi permasalahan kemacetan yang selalu terjadi di kawasan ibukota.

Penghapusan kawasan 3 in 1 SindonewsNamun, tindakan ini kemudian menimbulkan hal negatif dimana terdapat beberapa oknum yang memanfaatkannya untuk menjadi jokie 3 in 1. Sekilas hal ini nampak wajar dimana ada masyarakat yang kemudian mendapatkan pekerjaan, akan tetapi dengan adanya anak-anak kecil yang dilibatkan membuat adanya masalah dan polemik yang baru. Dimana ada proses ekploitasi yang dilakukan pada anak.

Oleh karena itulah kemudian pemerintah DKI Jakarta ingin menutup kawasan tersebut alias tidak memberlakukan lagi jalur 3 in 1 tersebut. Dalam ujicoba yang dilakukan hari pertama dan kedua terjadi kemacetan yang cukup parah di Jakarta. Hal ini seperti yang dilaporkan berbagai media, salah satunya adalah Sindonews yang secara khusus membuat sebuah kategori berita Penghapusan Kawasan 3 In 1 Sindonews.

Dalam kategori tersebut terdapat banyak berita mengenai penghapusan kawasan 3 In 1 tersebut. Dimana dalam sebuah berita yang dituliskan disana disebutkan kalau pada hari Rabu, 5 April 2016 kemaren terjadi kemacetan yang cukup parah pada beberapa ruas jalan non protokol yang ada di Jakarta sebagai imbas dari ditutupnya kawasan 3 in 1 di daerah tersebut.

Sebut saja daerah yang mengalami kemacetan alias kepadatan pengemudi di hari pertama uji coba penghapusan jalur 3 in 1 tersebt seperti kawasan Slipi arah Semanggi, Jalan Pangeran Antasari,  Pancoran arah Semanggi, serta beberapa ruas jalan lainnya. Disebutkan juga kalau adanya rentang waktu yang lebih lama dalam menempuh sebuah jalur.

Dari pemberitaan juga disebutkan kalau penghapusan kawasan 3 in 1 telah membuat kendaraan yang melaju di jalanan menjadi bertambah jumlahnya. Dan penambahan volume kendaraan ini seakan lebih parah dibandingkan dengan hari-hari biasanya pada saat kawasan 3 in 1 masih diberlakukan.

Kemudian penambahan volume kendaraan yang melintas ini membuat waktu tempuh yang dibutuhkan pun ikut bertambah menjadi semakin lama. Sebut saja misalnya untuk perjalanan dari Slipi ke Semanggi pada umumnya hanya ditempuh dengan waktu 10 menit sudah sampai, namun dengan tidak lagi diberlakukannya kawasan 3 in 1 ini membuat jalur tersebut harus ditempuh dengan waktu 40 menit.

Lalu, kenapa hal ini bisa terjadi? Karena pada saat jalu 3 in 1 masih berlaku beberapa kendaraan jelas akan terpecah ke jalur lain. Namun semenjak aturan tersebut dicoba untuk tidak diberlakukan lagi maka akibatnya fokus sejumlah mobil yang meningkat hanya pada satu jalur dan kemacetan pun tak bisa dihindari.

Namun, meski menimbulkan kemacetan yang cukup parah namun dengan tidak diberlakukannya lagi kawasan 3 in 1 ini memang efektif untuk menghilangkan sejumlah jokie yang ada di sejumlah jalur. Hal ini jelas akan membuat dilema pemerintah, dimana di satu sisi pengaktifan jalur 3 in 1 mampu mengurangi volume kendaraan dan mengurangi kemacetan parah di ibukota namun memunculkan adanya joki 3 in1. Sebaliknya untuk menghilangkan joki jelas harus menghapus aturan 3 in 1 tersebut. Hanya saja masalah klasik Jakarta kembali terjadi dengan intensitas yang bisa dibilang sangat parah.

Kegalauan pemerintah DKI Jakarta ini jelas menjadi sebuah hal yang menarik untuk disimak. Terlebih bagi para masyarakat Jakarta. Sejumlah media pun sangat tertarik untuk memburu pemberitaan mengenai kawasan 3 in 1 ini. Tidak hanya dari media cetak, elektronik bahkan hingga media portal berita online. Seperti Sindonews yang seperti disebutkan di bagian atas telah membuat sebuah kategori yang berjudul Penutupan kawasan 3 in 1 SindonewsLalu bagaimana menurut anda mengenai penutupan kawasan 3 in 1 ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.