Android Gingerbread Paling Diminati Konsumen

Android memang sebuah produk sukses dari Google untuk kalangan sistem operasi. Karena memang secara kesuluruhan penggunaan smartphone untuk konsumen di dunia ini mengintegrasikan Android sebagai sistem operasi yang mereka gunakan. Kesuksesan ini pun berujung pada beberapa inovasi yang diciptakan oleh pihak Google untuk membuatnya menjadi tetap diminati oleh para konsumen.
Versi terbaru Android yaitu Android Jelly Bean. memiliki segudang fitur unggulan jika dibandingkan dengan beberapa Android pendahulunya, sebut saja Android Dunnots, Ginggerbread dan lain-lain. Namun, keunggulan tersebut sepertinya tidak menjadi sebuah penentu kesuksesan versi terbaru android ini.
Berdasarkan data pengguna Android yang dilansir Google, terlihat bahwa Jelly Bean hanya dipakai sekitar 10% dari total populasi Android. Sementara Gingerbread yang diluncurkan Desember 2010 masih berjaya dengan perolehan 47,4%.
Data tersebut juga menunjukkan bahwa keberadaan smartphone di dunia lebih cenderung kepada ponsel dengan layar yang sangat cemerlang atau ekstra cemerlang dengan kepadatan layar mencapai 306 ppi, lebih digemari oleh para penggunanya. Sebut saja untuk ranah ini dirajai oleh pihak Samsung dengan produk mereka yang bernama Samsung Galaxy S III.
Tentunya data tersebut tidak dihadirkan atas dasar menebak saja. Namun, dihasilkan dari beberapa teknis yang dilakukan oleh pihak Google sendiri dalam memonitor aplikasi yang mereka luncurkan dan rilis sehingga format pengawasan dan penargetan pun menjadi lebih mudah. Walaupun memang data tersebut bukanlah sebuah data yang dihasilkan dari segi informal. Namun, hanya bersifat formal saja.
Berikut data satitistik secara lengkap penggunaan beberapa versi Android tersebut :
Distribusi Varian Android
Android Gingerbread Paling Diminati Konsumen

Jenis layar yang dipakai pengguna Android:

Android Gingerbread Paling Diminati Konsumen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.