Perusahaan Game Zyngga Tutup Kantor di Jepang

Di penghujung 2012 mungkin adalah bulan-bulan tersulit yang dialami oleh perusahaan Zyngga. Pasalnya dikabarkan dalam sebuah laman di detikInet bahwa mereka harus melakukan pemutusan Hubungan Kerja secara besar-besaran kepada para karyawannya yang terjadi pada Oktober silam. Tentu saja hal ini mencuatkan dugaan pasca hubungan Zyngga dengan Facebook mulai renggang membuat Zyngga sendiri merosot jumlah penggemarnya.
Berlanjut mengenai pemecatan, pasca pemutusan hubungan kerja pada Oktober 2012 silam, ternyata PHK tersebut bukan untuk yang terakhir dilakukan oleh vendor dari permaianan yang bernama Farmvile tersebut. PHK terus berlanjut, salah satu buktinya adalah pernyataan dari CEO dari Zyngga yang menyebutkan bahwa pihaknya akan menutup beberapa kantor di beberapa negara adalah sebagai buktinya.
Perusahaan Game Zyngga Tutup Kantor di Jepang
Seminggu sebelum meninggalkan tahu 2012, perusahaan Zyngga mengumumkan bahwa pihaknya akan menutup kantor mereka yang berada di Jepang. Setidaknya kantor Zyngga di negara yang pernah menjajah Indonesia tersebut akan berhenti beroperasi sejak tanggal 31 Januari 2013 mendatang.
Dari segi informasi akan berakhirnya masa kerja kantor Zyngga tersebut diketahui oleh pemberitahuan salah satu CEO Zyngga di Jepang yang bernama Kenji Matsubara. Kenji Matsubara menyampaikan hal tersebut melalui akun Facebook miliknya. Yang kemudian diketahui untuk pertama kalinya oleh seorang konsultan teknologi Jepang yang bernama Serkan Toto.
Dalam pengumumannnya, Matsubara menuliskan dalam huruf Jepang yang menyebutkan bahwa dirinya secara tertulis mengucapkan terima kasih kepada pihak Consumer dan beberapa pihak lainnya yang selama ini membantunya dalam bertugas sebagai pimpinan dari perusahaan yang bernama Zyngga tersebut. Sejatinya dia juga menyampaikan bahwa kantor tersebuta akan tutup pada Januari mendatang.
Penutupan kantor Zyngga ini tentu saja sangatlah disayangkan oleh semua pihak. Pasalnya Zyngga di Jepang baru dibuat sejak tahun 2010 kemaren. Dua tahun pasca dibentuknya hingga akhirnya memutuskan untuk berhenti beroperasi. Setidaknya kantor Zyngga di Jepang dibangun dengan investasi senilai USD 150 juta dari Softbank. 
Zyngga awalnya berharap akan menguasai pasar game di tingkat Asia dengan sosok kepemimpinan Matsubara. Matsubara sendiri merupakan sosok yang pernah bekerja di Hitachi, Oracle, dan perusahaan game Jepang Tecmo Koei. Sosok berpengalaman tersebut ternyata tak mampu membuatnya mengarungi pasar game di Jepang yang semakin kompetitif.
Di pusatnya sendiri Zyngga tengah dalam kondisi yang kurang menguntungkan. Vendor game yang terkenal lewat jejaring sosial ini pun mulai mencoba untuk melepaskan diri dari ketergantungannya terhadap facebook. Prediksi akhir tahun pun mulai dipangkas menyusul merosotnya saham dari perusahaan tersebut. Yang menyedihkan adalah Zyngga sendiri harus menunda beberapa judul game terbaru mereka untuk diluncurkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.